BENGKULU, KOMPAS.com РHarga kopi biji asalan pada tingkat pedagang pengumpul di sentra produksi Kabupaten Kepahiang,  Provinsi Bengkulu naik menjadi Rp 11.500 dari sebelumnya Rp 10.000 per kilogram.
Naiknya harga kopi biji itu, karena permintaan dari pedagang besar dari luar Bengkulu akhir-akhir ini meningkat sedangkan pasokan normal, kata Sutarman seorang peagang pengumpul di Kepahiang, Rabu (21/7/2010).
Sedangkan harga kakao (coklat) masih bertahan kendati sebelumnya terjadi penurunan pada tingkat pedagang pengumpul, katanya.
Sementara itu, harga kopi biji asalan di Kota Bengkulu bertahan Rp 10.500 per kilogram dan harga kakao juga masih bertahan Rp 18.000 per kilogram, kata seorang pedagang pengumpul  Edy Kasim.
Harga komoditas perkebunan itu ada kenaikan setelah ada permintaan dari pedagang besar di Provinsi Lampung untuk memenuhi kuota ekspornya.
Kasubdin Usaha Tani Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Ir Riki mengatakan, patokan harga komoditas perkebunan di Provinsi Bengkulu seperti kopi, kakao, karet, sawit dan lainnya sangat dipengaruhi harga di pasaran dunia.